Temans,
Saat mentari menyambut asa di ufuk timur
selaksa do'a ku rangkai
moga langit cerahlah yang kau pandang
saat semburat merah kembali ke peraduaan
segenggam pinta ku panjatkan
moga esok dan selamanya kau temukan
goresan pelangi di atas sana
Temans,
Jika asa masih ada
rangakailah do'a tulusmu
goreslah harapan pada-Nya
Allah tidak akan menyia-nyiakan
Hambanya yang sholeh...
By : Nenk Estu
About Me
- kangbahra
- Orang dusun tapi ingin maju...hehe...maju tak gentar menempuh rintangan. Kesuksesan mana yang tidak butuh pengorbanan?
Daftar isi
- Fiqih Mu'amalah (3)
- Hikmah (5)
- Kebojonggambiran (1)
- Pakta Realita (2)
- Ramadanniyah (7)
- Sastra (7)
- Warta Berita (2)
Blog Archive
Kesan Pesan
Senin, 29 Desember 2008
Do'a Untuk Teman
Diposting oleh
kangbahra
di
13.11
0
komentar
Label: Sastra
Do'a untuk teman
Temans,
Saat mentari menyambut asa di ufuk timur
selaksa do'a ku rangkai
moga langit cerahlah yang kau pandang
saat semburat merah kembali ke peraduaan
segenggam pinta ku panjatkan
moga esok dan selamanya kau temukan
goresan pelangi di atas sana
Temans,
Jika asa masih ada
rangakailah do'a tulusmu
goreslah harapan pada-Nya
Allah tidak akan menyia-nyiakan
Hambanya yang sholeh...
By : Nenk Estu
Diposting oleh
kangbahra
di
13.00
0
komentar
Senin, 22 Desember 2008
Kasih Sayang Orangtuaku
Pagi itu selasa 23 Desember 2008 Handphone genggamku berdering tanda SMS masuk. Setelah menggisik-gisik mata yang masih merem karena rasa kantuk, ku raih HP-ku yang tergelar di atas meja belajar. Ceu Iip Message tanpak jelas di inbok HPku itu.
" Jang kmha damng? Eceu di piwarang nga sms ku mamah+Apa, saurna emut wae?"
Itulah sms singkat yang baru saja mampir di Hp-ku itu. Tidak terasa mata yang masih ngantuk itu berkaca-kaca. Aku merasa kagum akan kasih sayang orang tuaku. jarak bukanlah halangan bagi mereka berdua untuk menjaga konsistensi kasih sayangnya. Kekurangan fasilitas pun bukanlah benteng penghalang untuk menguraikan kasih sayangnya. Walaupun agak gagap ku tekan tombol-tombol hurup untuk membalasnya.
" Alhamdulillah Ulum nju sehat. nda pidu'ana ti Apa+Mamah sarng ti sadayana sakedap deui bade ujian.
Itu hanya sepenggal kisah yang ku tulis sebagai rasa apresiasi akan besarnya kasih sayang orang tua.
Ya Rabbi...ampunilah semua dosa orang tuaku...jadikanlah mereka ahli surgaMu...jadikanlah aku anak yang sholeh sehinggan mampu beribadah karena-Mu.
Ya Rabbi semoga aku mapu membalas kebaikan orang tuaku. aku mapu menjadi orang sukses dan mampu menjuantahkan semua cita-citanya...
Bahra...
(Pemuda dusun yang lagi melancong di Cairo Mesir)
Ya Rabbi ... wafaqanallah
Diposting oleh
kangbahra
di
23.06
0
komentar
Label: Hikmah
Minggu, 21 Desember 2008
Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
Rentangan sejarah Islam terwarnai dengan beragam peristiwa kejayaan dan kegemilangan serta tidak sedikit dari kegagalan, kesedihan dan penderitaan. Itulah sunatullah terhadap hamba-Nya yang suatu waktu berada dibawah dan disaat lainnya berada diatas.Pada bulan Ramadhan peristiwa demi peristiwa terjadi pada umat Islam dimulai dari zaman Rosulullah SAW sampai pada detik hari ini. Peristiwa yang harus kita ketahui sebagai seorang muslim sehingga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya dalam rangka menyusun strategi untuk masa yang akan datang. Bukankah Allah telah menjelaskan kepada kita ;
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf :111), “ Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al A’raaf :176)
Diantara peristiwa yang terjadi pada bulan Ramadhan adalah :
1 Ramadhan 587 H
Penghancuran dan penguasaan
2 Ramadhan 732 H
Pada tanggal ini lahir seorang Ulama besar yaitu Abdurrahman bin Muhammad bin khaldun atau dikenal dengan nama Ibnu Khaldun. Beliau mengarang kitab “Muqodimah” yang lebih dikenal dengan “Muqodimah Ibnu khaldun” yang membahas tentang ilmu Sosial Kemasyarakatan, Ekonomi, Politik dan Sejarah Filsafat. Buku ini telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa Eropa dan bahasa lainnya.
3 Ramadhan 11 H
Pada hari ini Sayyidah Fatimah Az Zahra anak bungsu dan kesayangan Rosulullah SAW dari pernikahannya dengan Ummu Mukminin khadijah binti Khawailid meninggal dunia. Sayiddah Fatimah lahir 5 tahun sebelum Rosulullah SAW diangkat sebagi nabi. Sayidah Fatimah dinikahi oleh Imam Ali bin Abi Thalib anak dari paman Rosulullah SAW pada bulan ramadhan tahun 2 H, dan menjalani kehidupan Rumah tangga pada bulan Dzul Hijjah di tahun yang sama.dari pernikahan yang penuh berkah ini lahirlah Hasan, Husain (pemuda ahli surga), Zainab, Ummi Kultsum dan muhsin yang meninggal saat kecil.
3 Ramadhan 825 H
Pada hari ini Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan
4 Ramadhan 1299 H
Pada hari ini bertepatan dengan 20 Juli 1882 M pemimpin mesir tatkala itu Khadio Ismail mengeluarkan surat pemecatan terhadap Ahmad Arabi dari jabatan Mentri Pertahanan disebabkan Ahmad Arabi mengadakan pertemuan dengan segenap unsur masyarakat dari para Ulama, bangsawan dan pendukungnya untuk meminta tanggapan tentang keputusan Khadio menghentikan mobilisasi kekuatan dalam menghadapi armada Inggris yang melakukan gempuran terhadap benteng pertahanan Mesir di Iskandaraiyah selama 10 jam tampa henti (25 Sya’ban 1299 H / 11 Juli 1882 M). Dalam pertemuan tersebut diambil keputusan untuk melanjutkan mobilisasi kekuatan. Lalau Khadio mengadakan pertemuan lanjutan dengan lembaga Jam’iyah Wathoniyah yang dihadiri oleh Syekh Azhar, para Hakim dan pemuka masyarakat untuk menindak lanjuti keputusan pemecatan Ahmad Arabi disebabkan penentangannya atas perintah Khadio untuk tidak mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan lanjutan ini akhirnya jam’iyah Wathoniyah mengambil keputusan untuk mempertahankan Ahmad Arabi dalam jabatannya sebagai Mentri Pertahanan.
5 Ramadhan 362 H
Sultan Al Mu'iz Lidinillah Al fatimi memasuki negera Mesir setelah sebelumnya beliau mengirim pasukan sebanyak 100.000 tentara dibawah pimpinan panglima Jauhar Ash Shiqili pada bulan Sya'ban 358 H tampa ada perlawanan.
6 Ramadhan 223 H
Sultan Al Mu'tasim seorang khalifah 'Abasiyah mengadakan pengepungan terhadap
7 Ramadhan 361 H
Atas perintah Khalifah fatimi panglima Jauhar Ash Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Jami’ (Masjid) Al Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi suatu Universitas dengan dilakukan pembentukan staff pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. sepanjang masa Al Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar disana. segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup bahkan halaqoh (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqoh yang dikehendakinya.
8 Ramadhan 789 H
Sultan Al Mu’tasim Billah pada hari ini mengadakan pengumuman kepada rakyatnya bahwa barang siapa yang merasa didzalimi dan memiliki perkara yang mengantar kepada permusuhan maka datanglah kepada saya pada hari Ahad (Minggu) dan Rabu untuk menyelesaikan permasalahannya. tradisi ini baru dimulai pada masa beliau dan selanjutnya diikuti oleh Sultan-sultan setelah beliau.
9 Ramadhan 222 H
Panglima Al Afsyiin salah satu panglima perang Khalifah ‘Abasiyah Al Mu’tasim bin Harun Ar Rasyid mamapu menaklukan
10 Ramadhan 1393 H
Tentara Mesir mampu menembus terusan
11 Ramadhan 1393 H
Terjadi serangan mendadak terhadap kekuatan
12 Ramadhan 597 H
Imam Abu Faraj Ibnu Jauzi seorang ahli sejarah dan Ulama terkenal meninggal dunia. Beliau terkenal karena karangan beliau yang ratusan buku, sampai diriwayatkan bahwa beliau mengarang buku sekitar 250 buku.
13 Ramadhan 1356 H
Pada tanggal 26 September 1937 M mujahidin Palestina membunuh pimpinan militer Andruz yang melakukan tindakan merugikan bagi pihak Palestina dengan merebut sebagian tanah di daerah Jalil ‘Ulya untuk pihak Yahudi. Pemerintah Inggris tidak tinggal diam melihat hal ini, lalu mereka melakukan pembunuhan dan pengusiran yang berakhir dengan penangkapan Syeikh Farhan Sa’dy teman Syeikh ‘Izzuddin Al Qassam yang berusia 80 tahun. Syeikh Farhan ditangkap dikediamannya dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Dalam persidangan Mahkamah Militer memutuskan hukuman gantung terhadap beliau. Usaha pembelaan terhadap Syeikh sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membebaskan beliau namun semuanya tidak berhasil. akhirnya beliau meninggal dalam kondisi puasa.
14 Ramadhan 666 H
Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan
15 Ramadhan 1414 H
Pada tanggal ini seorang Yahudi menyerang masjid Harom Ibrohimi di
16 Ramadhan 727 H
Pada hari ini bertepatan dengan 5 Agustus 1327 M, Syeikh Kamaluddin Muhammad bin Ali bin Abdul Wahid bin Abdul Karim Al Anshori Azzamalkany seorang Ulama Fiqh Madzhab Syafi’i di Damaskus meninggal dunia. Beliau meninggal di Bilbis lalu dibawah ke Kairo untuk dimakamkan berdekatan dengan makam Imam Syafi’i.
17 Ramadhan 2 H
pada hari ini kaum muslimin dibawah pimpinan Nabi Muhammad SAW berhasil mengalahkan pihak Musyrikin dalam perang Badar. Terhitung 70 mati dan 70 tertawan dari pihak kaum Musyrikin.
17 Ramadhan 40 H
Pada hari ini pula Imam Ali bin Abi Thalib RA wafat karena ditikam dengan pisau beracun oleh Abdurrahman bin Muljam Al Khariji.
18 Ramadhan 21 H
Pada hari ini Kholid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab RA memimpin sholat jenazah Beliau lalu dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.
19 Ramadhan 1213 H
Pada hari ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya dikawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.
20 Ramadhan 8 H
Rosulullah SAW keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshor menuju Makkah untuk membebaskannya dari kemusrikan. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yang dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rosulullah SAW kabilah Khuza’ah yang berarti pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara kaum Quraisy dengan Rosulullah SAW. Usaha ini berhasil dengan gemilang tanpa melalui peperangan. tatkala Fathul Makkah itu Rosulullah SAW berdiri dihadapan kaum musyrikin Makkah seraya berkata, “ Menurut kalian apa akan saya lakukan sekarang ?” Mereka menjawab, “ Kebaikan, karena engkau adalah saudara yang baik berasal dari keturunan baik, jika engkau memaafkan kesalahan maka itu harapan kami,akan tetapi jika engkau membalas dendam maka itu sangatlah wajar karena kami pernah berbuat jahat kepadamu. Akhirnya Rosulullah SAW bersabda, “ Pergilah, sekarang kalian bebas, aku hanya ingin mengatakan apa yang pernah dikatakan saudaraku Yusuf ; tidak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian sesungguhnya Dia maha pengasih.”
21 Ramadhan sebelum Hijriyah
Ketika Rosululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju goa Hiro yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Makkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qomariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril AS mewahyukan surat Al Alaq yang merupa-kan surat pertama yang diturunkan kepada Rosulullah SAW.
22 Ramadhan 942 H
Pada hari ini bertepatan dengan tanggal 15 maret 1536 M, Perdana Menteri Khalifah Utsmaniyah bernama Ibrahim Basya meninggal dunia setelah bertugas selama 13 tahun. Selama masa kepemimpinan beliau telah banyak melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam.
23 Ramadhan 1270 H
Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Qorum,pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.
24 Ramadhan 264 H
Pada hari ini bertepatan dengan 30 Mei 878 M Imam Abu Ibrohim Ismail bin Yahya Al Muzni kawan Imam Syafi’i meninggal dunia. Beliau termasuk salah seorang Mujtahid, Imam Syafi’i pernah berkata, “ kalau seandainya Imam Muzni adu argumen dengan syetan maka beliaulah sebagai pemenang.” Beliau dimakamkan di dekat kuburan Imam Syafi’i.
25 Ramadhan 658 H
Perang Ain Jalut yang terjadi antara kaum muslimin dan Tartar merupakan perang yang besar dalam sejarah Islam, hal itu dikarenakan Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam dan menjatuhkan Khilafah Abbasiah , mereka juga berhasil membunuh Kholifah Mu’tashim Billah di Baghdad pada tahun 656 H / 1256 M. Ekspansi Tartar meluas sampai wilayah Gazza dibawah pimpinan Hulaku. Kemudian Hulaku mengirim kurir meminta kepada Sultan Mamluki “Quds” untuk tunduk dibawah kekuasaan Tartar, permintaan ini ditolak oleh Sultan Quds karena menunjukan kehinaan dan kelemahan. Lalu beliau memutuskan untuk menghadapi Tartar dalam pererangan. Maka pada hari Jum’at tanggal 25 Ramadhan 658 H bertepatan dengan 6 September 1260 M bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Dalam peperangan ini Sultan Quds mengumandangkan syiar “ Wa Islama … Wahai Allah tolonglah hamba-Mu Quds dari kaum Tartar.” Peperangan ini berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.
26 Ramadhan 658 H
Diantara Khalifah Bani Umayyah yang paling memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Islam adalah Abdul Malik bin Marwan. Beliau menjabat sebagai Kholifah pada tanggal 26 ramadhan 658 H. Beliau mengenyam pendidikan di madinah munawwaroh dengan melakukan talaqi ilmu-ilmu keislaman dengan Ulama Madinah pada masas itu sehingga menjadi salah seorang Fuqoha diantara empat Fuqona yang ternama. Dalam setiap permasalahan yang terjadi didalam kehidupan masyarakat disaat beliau mengemban amanah kekholifahan berhasil diselsaikan dengan gemilang. Ibnu Kholdun berkata, “ Abdul Malik bin Marwan termasuk Kholifah yang sukses dalam sejarah Islam dan Arab karena beliau mengikuti jejak Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA dalam pengaturan Negara.” Diantara hasil kerja beliau adalah pembangunan Masjid Qubbatul Sokhro dengan kubah kuningnya yang terletak dikawasan Aqso bersebelahan dengan masjid Al Aqso.
27 Ramadhan 1223 H
Pada hari ini pasukan Inkisyariyah melakukan perlawanan terhadap Sultan Utsmany Mahmud Khan II dengan tuntutan mengembalikan kekuasaan Mustofa Khan IV. Menghadapi perlawanan ini maka Sultan memutuskan untuk menghentikan perlawanan tersebut. Kalaulah tidak terjadi pembakaran di ibukota yang hampir menghanguskan seluruh
28 Ramadhan 92 H
Kisah kemenangan kaum muslimin pada hari ini dimulai dengan persiapan Musa bin Nashir dengan pasukan dari Arab dan Barbar yang jumlahnya mencapai 7 ribu tentara dibawah kepemimpinan Thoriq bin Ziyad untuk menaklukkan wilayah Andalus. Maka berangkatlah Thoriq bersama pasukan dengan menyeberangi laut pada hari Senin tanggal 5 Rajab 92 H dan mereka mampu memenangkan peperangan menghadapi sekumpulan pasukan Qouth dalam perjalan menuju ibokata Andalus.
Akan tetapi musuh kembali menghimpun kekuatan dibawah pimpinan Rodrik raja Qouth dengan pasukan sejumlah 100 ribu tentara. Lalu mereka berjalan menuju selatan untuk menundukkan kekuatan kaum muslimin. Untuk menghadapi kekuatan musuh yang besar maka dikirmlah pasukan tambahan sejumlah 5 ribu tentara sehingga jumlah pasuakn Islam dibawah pimpinan Thoriq berjumlah 12 ribu tentara. Maka bertemulah dua pasukan yang tidak seimbang dari segi jumlah pasukan di tepian sungai Wadilaka.
Peperangan terjadi selama empat hari dan pada hari keempat pasukan Qouth mampu dikalahkan dengan kerugian yang sangat besar dengan kehancuran kerajaan mereka. Selain itu kekalahan pasukan Qouth menimbulkan rasa takut dihati pengikut Qouth sehingga mereka melarikan diri kepegunungan atau bersembunyi didalam benteng mereka. Tidak sampai satu tahun wilayah Andalus dapat ditaklukan hampir 100% sehingga terbentuklah sebuah wilayah yang maju dalam ilmu pengetahuan dan peradaban.
29 Ramadhan 1368 H
Pada hari ini bertepatan dengan 25 Juli 1949 M dibubarkan pemerintahan Ibrohim Abdul Hadi. Mesir menjadi saksi akan kedzoliman yang dilakukan pada masa pemerintahannya penyiksaan, penangkapan, pengusiran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
30 Ramadhan 43 H
Pada hari ini bertepatan dengan 5 Januari 664 M sahabat Rosulullah SAW Amru bin Ash RA wafat.
Wallohu’alam Bih Showab
Diterjemahkan oleh Mukmin ZA Lc dari buku “Ramadhaniyat” karangan Muhammad Sa’id Mursy dan Qosim Abdullah cetakan Darul Tauzi’ wa Nasr Al Islamiyah Cairo Mesir.
Diposting oleh
kangbahra
di
01.38
0
komentar
Label: Ramadanniyah
Penumpang Bis di Negri Seribu Menara
Dua tahun dua bulan aku berdomisili di Mesir. Negara Mesir terkenal dengan julukan tanah Kinanah, negri Fir'aun, lembah Nil, negrinya Para Anbiya, juga ada sebutan masyhur yaitu negri Seribu Menara.
Suatu hari setelah mandi dan sarapan, seperti biasa sholat Duha terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus Universitas al-Azhar. Aku pun berangkat kuliah jam 7:30, aku berangkat tergesa-gesa, karena di kampus ada madah (pelajaran) hadist yang mesti aku hadiri. Setelah mengucapkan salam kepada teman-teman di rumah, kulangkahkan kaki menuju halte bis Tajamu Awal, yang berjarak kira-kira 300 meter dari kosanku.
Baru saja sampai halte, tak seperti biasanya duduk lama menunggu bis atau angkot datang, waktu itu bis warna biru langsung muncul dari arah timur yang sudah pasti akan menuju mahatah (terminal) Zahra.
Bis nampak penuh dengan para umal (buruh), aku pun terpaksa berdiri. Memang sudah menjadi hal lumrah, bila naik bis di negri seribu menara ini sangat berdesakan dan tentunya harus rela untuk berdiri. Di bis aku mencoba mengambil mushaf mini di saku tas, untuk mengulangi hapalan Qur'an. Membaca Al-Quran di dalam bis sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang muslim di negri Kinanah ini.
Betapa tertegunya diriku, karena dari sekian banyak umal itu, tidak ada seorang pun yang curang tidak membayar ongkos, padahal penumpang sangat berdesakan. Kumsari (kondektur) pun sangat jauh dan hanya duduk santai di kursi mungil di dekat pintu belakang. Ku coba terus memperhatikan mereka, ternyata mereka sangat memperhatikan ujroh (ongkos) bis. Ketika posisi mereka di depan atau jauh dari kumsari, mereka saling titip–menitip ongkos itu dari tangan ke tangan, terus ku perhatikan ternyata semua ongkos sampai ke tangan kumsari dan kembalianya pun sampai lagi tepat di penumpang yang memberikan ongkos tanapa kurang sedikit pun. Sebenarnya peristiwa seperti itu terjadi setiap hari. Akhirnya bis yang saya tumpangi, samapailah di mahatoh Zahra.
Setelah menikmati peristiwa di bis tadi, ingatanku masih teringat dengan kejujuran para penumpang bis Tajamu Zahro. Maka aku akupun berniat perjalan Zahro ke Darrosah akan mengamati semua tingkah laku para penumpang terutama dalam membayar ujroh .
Setelah setengah jam aku menunggu Bis di mahatoh Zahro, akhirnya muncul juga bis nomber 80 yang menghubungkan Zahro dengan Darrosah. Dan di daerah Darrasoh inilah aku kuliah.
Sesuai niatku, ku perhatikan para penumpang bis tersebut, sejak naik bis sudah kuperhatikan seluruh gerak-gerik para penumpang, dimana mereka tersusun dari para mahsiswa misriyin (peribumi) atau pun wafidzin (asing) dan penumpang lain yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, bahkan ada juga para pelajar I'dadi (SD) yang kebetulan naik.
Pada pemungutan ongkos pertama, si Kumsari atau Kondektur menghampiri seluruh penumpang sembari memungut ujroh (ongkos) dan memberikan tazkirah (karcis) kepada tiap penumpang. Tapi setelah mobil melewati daerah Hayal el-Asyir. Dimana di sanalah para penumpag mulai membeludak. Dari sana banyak sekali para penumpang yang naik, sehingga penumpang dalam bis sangat berdesakan, makin jauh penumpang makin banyak saja, malah melangkahkan kaki dalam bis tersebut sangat susah.
Masih tentang kejujuran para penumpang bis di negri Seribu Menara ini yang menjadi perhatianku. Subhanallah, ternyata ongkos yang disamapaikan oleh para penumpang semuanya sampai di kumsari. Adapun karcis dan kembalian semunya bisa samapai juga kesetiap penumpang tanapa ada perotes sedikit pun. Bahkan penumpang yang paling jauh pun tidak pernah kehilangan ongkos atau karcis jatahnya. Walaupun melewati beberapa tangan.
Aku sangat yakin semua penumpang membayar ongkos sesuai dengan jumlah yang telah di sepakati dan semua penumpang pun mendapatkan karcis dan kembalian sesuai pembayaran mereka.
Diposting oleh
kangbahra
di
01.31
0
komentar
Label: Hikmah
Ilmu dan Pengalaman
Bismillâh
Ilmu dan pengalaman dua hal yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia yang merindukan ke bahagiaan. Ilmu merupakan pelita bagi kita di kala kegelapan datang menimpa, sedangkan pengalaman merupakan tongkat penyangga ketika kita terpelanting jatuh dan untuk menambah kualitas aktivitas kita.
Saudara yang budiman, betapa bodohnya ketika kita punya kesempatan untuk meraih ilmu dan pengalaman itu, tetapi kita sia-siakan, karena kita merasa bodoh, kurang mampu, harga pendidikan mahal dan merasa jadi orang kampung yang merasa cukup bila bisa memimpin ritul-ritul masyhur di masyarakat sekitar. Patalnya kita tidak pernah bermimpi untuk merubah semua paradigma tadi dan mencoba untuk menepis semua keluhan dalam bentuk realisasi nyata. Sebenarnya saya rasa keluhan tadi bukan merupakan hal yang sangat pelik, tapi perasaan pesimis yang menghancurkan masa depan dan menimbun bakat kita.
Himah (kemauan) kuat itulah bekal utama yang mesti kita miliki. Dengan Himah kuat kita akan memandang semua hambatan sebagai tantangan yang bisa kita tundukan dengan cara apapun.
Bila kita merenung, bukanya sebagian Ulama Salfus Sholeh itu orang yang fakir dari segi maliah (materi), tapi sangat kaya dengan kemauan, sehingga mereka memiliki kemauan yang kuat, mereka berani menatap kehidupan masa depan lebih cerah dan penuh dengan kemenangan. Mereka berani melangkahkan kaki walaupun berbagai tatantangan datang menghadang. Mereka akan merasa puas bila paham Ilmu yang dipelajari dari gurunya.
Tahukah anda siapakah Imam as-Syafi'i itu? Ulama karismatik di zamanya itu dan salah satu imam madzhab terkenal dengan Qoul Qodimnya ketika tinggal di Irak dan Qaul Jadidinya ketika tinggal di Mesir, bahkan pengikut Madzhab beliau tersebar di seluruh dunia.
Ibu Imam Sayfii, dia itu sampai menjual kayu penopang rumahnya, untuk bekal dia dan anakanya Syafi'i berangkat ke Mekah, mencari keluarga dan guru di Makah. Masih banyak mitsil yang sangat layak kita teladani.
Kita tidak ragau bagai mana para ahli hadist dalam menycarai seorang perawi padahal mereka harus melintasi berbagai Negara walaupun belum ada alat transportasi yang memadai hanyalah mengunakan kuda atau himar yang kadang sering kecapain. Karena Himah mereka kuat, maka mampu berkarya.
Kita juga tahu, salah satu kisah presiden Amerika
Tokoh-tokoh yang sekarang berhasil menjadi top lider baik di pemerintahan atau pun diperushaan dan lembaga lain, mereka itu tidak dengan mudah meraih segalanya, tidak cukup hanya kemaun di dada mereka, tapi berani melangkah walau tantangan menghadang.
Pengalaman merupakan bekal yang penting bagi kita terutama dalam memjalankan perkerjaan yang kita jalani, mungkin rasa sebuah makanan akan lain bila kokinya pemula dan seorang profesional. Ini menjadi sebuah Itibar bagi kita betapa pentingnya pengalaman demi kualitas sebuah pekerjaan kita.
Pengalaman adalah milik bersama, pengalaman milik orang-orang yang memikirkan dan serius dalam menjalankan aktivitasnya. Apa pun propesi seseorang, bila orang tersebut mau berpikir dab serius dengan pekrjaanya maka akan timbul ke propesinalan.
Ilmu dan penglaman harus kita junjujg tinggi, supaya kita terlepas dari ketertinggalan dan ketertindasan, sehingga menjadi SDM yang bermanfaat bagi Umat dan berkualitas. Wallâhu 'alam
By : Kang Bahra
Diposting oleh
kangbahra
di
01.27
0
komentar
Label: Hikmah
Sabtu, 20 Desember 2008
Hukum Ikan Hiu
ssalamu 'alaium wr wb
Ustadz, ikan hiu itu kan ikan buas dan kita tahu bahwa hewan buas itu hukumnya haram.
Nah, yang jadi pertanyaan, ikan hiu itu sekarang sudah banyak dijual orang di berbagai restoran, yaitu dalam bentuk sate. Pertanyaannya, apakah hukum sate hiu ustadz, halalkah atau haram?
Demikian terima kasih
Wassalam
Wahyu
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Memang benar bahwa hayawan dzu nabin (hewan yang bertaring) termasuk kriteria hewan yang haram untuk dimakan, sebagaiamana umumnya disimpulkan oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil yang qath'i dalam sunnah nabawi. Salah satunya adalah hadits yang bunyinya demikian:
“Nabi SAW telah melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring.” (HR Muslim, no. 3571)
Oleh para ulama, hadits ini dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan binatang buas dan bertaring bukan sekedar punya gigi taring, tetapi maksudnya adalah hewan yang menyerang dengan taringnya (ya’du bi-naabihi).
Dan dalam hal ini, memang ikan hiu termasuk ke dalam kelompok hewan yang membunuh dan memakan mangsanya dengan menggunakan taringnya. Sehingga kalau mau dikategorikan sebagai binatang buas, tidak ada salahnya. Dan secara hukum awal dengan hadits ini, hiu seharusnya termasuk hewan yang haram dimakan.
Namun karena ada dalil yang menetapkan bahwa semua hewan yang hidup di laut hukumnya halal, maka kedua dalil ini akhirnya memang saling bertentangan.
Dalil Halalnya Semua Jenis Ikan Laut
Secara umum, kita mengenal ada dalil yang menghalalkan segala hewan yang hidup di laut. Misalnya ayat Quran berikut ini:
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu” (QS Al-Maidah [5]: 96).
Ayat ini oleh Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya dikatakan merupakan hukum penghalalan bagi binatang buruan laut, yaitu setiap binatang yang diburu dalam keadaan hidupnya. Lihat Tasifr Al-Jami' li Ahkamil Quran jilid 6 halaman 318.
Sehingga dengan demikian, maka yang awalnya dan seharusnya ikan hiu termasuk hewan yang haram dimakan karena merupakan hewan bertaring, menjadi boleh dimakan karena adanya pengecualian, yaitu karena hiu itu termasuk hewan yang hidupnya di laut.
Selain ayat Quran di atas, juga ada dalil lainnya yang juga menguatkan tentang kehalalan hewan yang hidup di laut. Misalnya hadis Nabi SAW berikut ini yang memang jauh lebih tegas untuk menghalalkan semua jenis hewan yang hidup di laut:
åæ ÇáØåæÑ ãÇÄå ÇáÍá ãíÊÊå
“Dia [laut] itu suci airnya dan halal bangkainya.” (HR Malik, Ashhabus Sunan, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan lain-lain) (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, 9/169; Shahih Ibnu Hibban, no. 1423; Al-Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain, no. 491).
Dalil-dalil ini memang jelas sekali menyebutkan bahwa semua hewan laut adalah halal dimakan. Bahkan yang lebih menarik lagi, ternyata hewan laut itu bukan sekedar halal dimakan, bahkan disebutkan bahwa bangkainya pun juga halal dimakan.
Wah, ini menjadi lebih menarik. Karena umumnya kita tahu bahwa bangkai itu haram dimakan. Sebagaimana di sebutkan di dalam Al-Quran:
Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. (QS. Al-Baqarah: 173)
Jelas sekali Al-Quran mengharamkan bangkai secara umum. Namun juga jelas sekali hadits nabi SAW mengkhususkan bangkai laut sebagai hewan yang halal dimakan.
Maka kita bisa terapkan alur logika yang sama pada kasus ikan hiu. Benar bahwa ikan hiu termasuk jenis hewan bertaring yang haram dimakan, namun karena ikan hiu termasuk jenis hewan yang hidup di laut, Hukum Makan Sate Hiu
Jumat, 25 Jul 08 09:08 WIB
maka ikan hiu tidak ikut menjadi haram, sebaliknya ikan hiu hukumnya halal.
Ketika kami pernah menerangkan masalah ini di salah satu majelis taklim, salah seorang murid ada yang nyeletuk begini, "Tapi ustadz, tetap saja ada satu makhluk laut yang tidak boleh dimakan."
Kami sedikit bimbang, masak sih ada? Rasaya kok tidak ada, Masak sih dia bilang ada. Maka kami jadi penasaran juga. Belum selesai kami bingung, dia menambahkan, "Makhluk laut yang tidak boleh dimakan itu adalah kapal selam, ustadz. Soalnya, biar direbus berminggu-minggu, nggak bakalan empuk."
Ealah, ustadz kok dibecandain...
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Diposting oleh
kangbahra
di
12.42
0
komentar
Label: Fiqih Mu'amalah